Sabtu, 04 Desember 2010

Perencanaan Membuka Bisnis Clothing

Pengalaman ini kami dapatkan ketika kamimelakukan observasi ke suatu perusahaan clothing di Yogyakarta, dan tertarik untuk merencanakan membuka bisnis clothing. Ini adalah contoh hal- hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan membuka bisnis clothing diantaranya yaitu:
1. SASARAN
Segala kalangan khususnya yang mempunyai jiwa muda.
Gambar 001

2.KEBIJAKAN PEKERJA
Gambar 002. Proses Menggambar Pola

a.    Lulusan minimal SMA dan Sederajat
b.    Usia minimal 18 dan maksimal 42 thn
c.    Gaji minimal UMR (Upah Minimal Regional)
d.   Jam kerja 1 minggu masuk 6 hari,1 hri 8 jam (Libur Nasional juga Libur)
e.    Boleh cuti jika ada kepentingan yang tidak dapat d tinggalkan,(misal:sakit,urusan keluarga,dll)

3.PEMBAGIAN KERJA
a.         Bagian Desain
Bagian desain terdiri dari satu pegawai yang bertugas mendesain  untuk d produksi
b.        Bagian produksi
Bagian Produksi terdiri dari 8 orang yaitu:
1)      2 pekerja bertugas sebagai pemotong bahan
2)      2 pekerja bertugas dibagian penyablonan
3)      2 pekerja bertugas dibagian pembordir an
4)      2 pekerja bertugas dibagian penjahitan

c.        Karyawan Store
Karyawan terdiri dari 5 orang yaitu
1)      1 orang  kasir
2)      3 orang penjaga
3)      1 orang bertugas sebagai keamanan
4.  CARA KERJA
Gambar 003. Proses Medesain
Gambar 004. Proses Pemotongan Bahan
Pemilik perusahaan menentukan produk apa yang akan diprodusi lalu memberi tugas kepada bagian desain untuk membuat desain gambar atau pola untuk dipakai deproduk yang akan dioproduksi tersebut. Lalu pemilik membeli bahan baku yang diperlukan sesuai kebutuhan. Setelah mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan, bahan baku diserahkan kepada bagian pemotongan, untuk di potong sesuai ukuran yang sudah ditentukan dan sebanyak yang dibutuhkan. Bahan yang sudah dipotong tadi dipilah mana yang mau disablon dan yang dibordir, lalu diserahkan kepada bagiannya masing-masing.
Cara sablon:
  1. Sebaiknya bingkai screen yang baru dibeli, dicuci dengan sabun krim terlebih dahulu dengan menggunakan kain perca sebagai penyikatnya, dikhawatirkan ada bekas cairan cat yang mengering atau endapan debu dsb, yang dapat merusak jaring kain screen. Setelah dicuci dikeringkan dengan hairdryer (jangan terlalu dekat karena panasnya akan merusak kain screen) atau dengan kipas angin yang tidak membelakangi tumpukan pasir atau debu yang akan mengotori kembali screen yang sudah dicuci. Bisa dengan panas matahari, tapi dengan posisi screen berdiri,
  2. Sementara screen dibersihkan, campurkan Ulano dengan sensitizer, sesuaikan dengan pemakaian, jika Anda hanya membutuhkan satu screen berarti tidak perlu mencampurnya sampai satu botol ulano, disarankan Ulano yang telah dicampur diberi satu tetes tinta yang warnanya tidak termasuk di dalam warna yang akan disablon, agar mudah membaca detail-detail sesuai gambar,
  3. Setelah screen dinyatakan bersih dan kering, lapisi dengan ulano TZ menggunakan mika atau penggaris (boleh saja menggunakan rakel tapi kalau hasilnya terlalu tebal sebaiknya tidak menggunakan rakel), sesuaikan dengan besarnya gambar yang akan dicetak, bagian depan dan belakang bingkai screen,
  4. Jika screen benar-benar sudah tertutup Ulano, keringkan dengan hairdryer saja (jika menggunakan kipas angin akan sangat lama keringnya). Jangan pernah menggunakan cahaya apapun terutama panas cahaya matahari untuk mengeringkan,
  5. Setelah Ulano mengering, pindahkan gambar yang ada di film / klise sablon atau kertas HVS hasil printer yang sudah dilumuri minyak sayur. Dengan cara, letakkan gambar tersebut terbalik dibagian depan screen, ditutup kaca 5mm lalu bagian dalam atau belakang screen diberi bantalan kain hitam, pencahayaan bisa dengan dua cara, yaitu;
  6. – Cahaya UV dari Matahari, urutannya kaca, film, screen, bantal kain hitam (bisa ditambah pemberat lainnya untuk menekan bantal) hadapkan ke cahaya matahari selama + 20 detik.
  7. – Cahaya Lampu Neon 2 x 40watt, urutannya sama tetapi tidak perlu lagi kaca 5mm karena sudah ada di meja, jika menggunakan meja afdruk bedanya menghadap ke bawah ke arah lampu, sinari + 15 menit,
  8. Setelah disinari, screen disiram dengan air bersih terlebih dahulu, dipastikan tidak ada kotoran debu / batu kecil yang jika disemprot akan merusak, bukan hanya gambar yang sudah dipindahkan tetapi kain screen bisa rusak/robek. Juga fungsinya untuk melunakkan lapisan Ulano yang tidak terkena sinar,
  9. Semprotkan air dengan panduan gambar yang telah diprint, maksudnya agar detail-detail gambar yang sangat kecil mudah terbaca. (jika ada detail rusak karena semprotan air terlalu keras, lapisi Ulano dengan menggunakan Cutton bud),
  10. Setelah disemprot, keringkan dengan hairdryer, karena dibutuhkan angin dan panas agar lebih cepat mengering. Jika cuaca tidak mendung, boleh saja menggunakan panas matahari,
  11. Lapisi bagian pinggir Ulano di screen dengan lakban coklat, bagian sisi depan gambar dan belakang agar tidak terjadi tembusnya tinta yang tidak sesuai dengan gambar aslinya dan agar tinta tidak masuk ke sela-sela / pojok screen yang akan sulit dibersihkan,
  12. Lalu screen diberi catok jika ingin mencetak menggunakan meja,
  13. Kaos yang sudah dimasukan triplek bagian dalamnya diletakan di atas meja di bawah screen, jika memproduksi sablon dengan jumlah kaos yang sangat banyak, gunakan Mal / Pembatas agar ukuran/letak sablon sama,
  14. Sebelum di atas kaos, gunakan koran untuk memastikan tidak ada tinta yang tembus tidak semestinya,
  15. Letakkan tinta yang sudah dicampur cairan penguat/perekat khusus, fungsinya agar tinta yang mengandung rubber tidak mudah pecah, pada saat dicuci dan disetrika. (bisa ditanyakan ke penjual alat sablon), gunakan rakel untuk meratakannya,
  16. Jika dalam pola gambar terdapat lis atau garis di pinggir huruf misalnya, sebaiknya lis dicetak belakangan. Karena harus disesuaikan apabila letak tidak sesuai, dengan cara sistim todong / buka catok,
  17. Jika sudah selesai, sebaiknya screen langsung dicuci dengan sabun krim tentu dengan kain perca sebagai sikatnya. Walaupun menggunakan tinta berbasis air, apabila screen tidak langsung dibersihkan akan sesulit membersihkan tinta berbasis minyak,
  18. Lepas kaos dari triplek jika sudah kering yang sebelumnya dihadapkan dengan kipas angin, hindarkan triplek dari benang-benang sisa jahitan konveksi (bagian dalam kaos) yang menempel karena dapat mempengaruhi hasil sablonan berikutnya.
Setelah proses penyablonan selesai, kain yang sudah disablon di serahkan kebagian penjahitan. Untuk selanjutnya diberi label dijahit dan dijadikan produk jadi. Produk  jadi tersebut di serahkan kebagian pemasaran untuk dilakukan pengemasan lalu didistribusikan ke store dan distro distro yang sudah menjalin kerjasama. Juga melakukan pemotretan produk untuk dibagikan  baik di website, blog, maupun akun facebook yang telah dibuat.
5.  JADWAL KERJA :
a.       Masuk jam 9 pagi sampai jam 5 sore full time.
b.      Jika ada projek besar maka jam kerja akan di tambah atau Lembur, dari  jam 7 malam sampai jam 2 pagi.

6. ANGGARAN
A.Biaya investasi awal sebesar  Rp. 150.000.000
1. Biaya Tempat
a. Biaya sewa tempat produksi                                                       Rp. 15.000.000/th
b. Biaya sewa  tempat penjualan                                                     Rp. 55.000.000/th
                                                                  Total :                        Rp. 70.000.000

        2. Biaya Alat                              
a.    Alat Sablon                   5set                    @ Rp. 1.000.000             Rp.    5.000.000
b.    Alat Bordir                   1set                    @ Rp. 5.500.000             Rp.    5.500.000
c.    Mesin jahit                    3set                    @Rp.  3.350.000             Rp.  10.050.000
d.   Alat Potong                  2set                    @ Rp.    600.000             RP.    1.200.000
e.    Alat Desain                   1set                    @ Rp. 1.000.000             Rp.    1.000.000
f.     Komputer                      1set`                  @ Rp. 6.750.000             Rp.    6.750.000
g.    Meja Besar                    1Buah                @Rp.  1.000.000             Rp.    1.000.000
                                                                  Total :                             Rp. 30.500.000
B. Biaya Harian
1.  Cat                                       Rp.    75.000/kg
2.  Benang                                 Rp.    20.000/pak
3.  Kain                                     Rp.    90.000/kg
4.  Kertas karton                       Rp.      2.000/lembar
5. Tinta printer                          Rp.    30.000/botol
6. Kertas HVS                          Rp.    20.000/rem
7. STANDARISASI PRODUK
Perusahan kami mengunakan bahan-bahan yg terbaik dan di kerjakan dengan sangat teliti sehingga barang – barang yang di hasilkan juga barang yang berkualitas tinggi.
Gambar 005. Contoh Clothing (Sempel)
 
8. SETRATEGI PEMASARAN
- Pemesanan barang secara online (website, blog, facebook)
- Kongsinansi barang dengan distro
- Rutin mengikuti event seperti expo dll
- Berpartisipasi menjadi sponsor dalam acara-acara yang dapat mengangkat brand kami
- Memberikan souvenir bisa berupa stiker, gantungan kunci, pin dll
- Iklan berupa spanduk atau poster di tempat yang strategis
- Memberikan diskon di waktu-waktu tertentu
- Memiliki pabrik dan store sendiri
- Membangun cabang di kota-kota besar
- Ekspor produk ke luar negeri
Itulah hal- hal yang harus direncanakan sebelum membuka bisnis.
Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar